Minggu, 18 Desember 2011

Tempat-Tempat Wisata di Rembang

2. POTENSI WISATA

MASJID AGUNG & KOMPLEK MAKAM ADIPATI I REMBANG ( PANGERAN SEDOLAUT )   

Berada di kawasan yang menyatu dengan rumah dinas Bupati, alon-alon, dan terminal. Termasuk bangunan cagar budaya, dibangun tahun 1814 M oleh Adipati Condrodiningrat. Masjid ini telah mengalami 6 kali pemugaran, tetapi bangunan induk masih dijaga keasliannya. Di belakang masjid ini terdapat makam para Adipati Rembang diantaranya makam Adipati Sedolaut (Tahun 1886). Di kawasan ini sangat cocok untuk transit (Ishoma), karena berada di pusat kota.

Sebagaimana prototipe masjid kuno di Indonesia, kawasan masjid juga selalu menjadi kompleks pemakaman. Di belakang masjid (sebelah barat) terdapat bangunan cungkup dengan model arsitektur Eropa yang cukup megah. Dengan ketinggian batur sekitar satu meter, bangunan cungkup ini berbentuk segi delapan yang berpusat pada lima buah makam yang ada di dalamnya. Kompleks makam ini terkenal dengan sebutan makam Pangeran Sedo Laut, meskipun di dalamnya terdapat paling tidak lima buah makam. Secara berjajar dari barat ke timur makam-makam tersebut adalah:
1.     Makam Adipati Condrodiningrat dengan menggunakan jirat dari semen dan nisan berbentuk kurawal yang terbuat dari batu putih. Makam ini berangka tahun 1289 Hijriyah.
2.     Makam istri Adipati Condrodiningrat dengan jirat & nisan yang hampir sama makam suaminya. Nisan ini berangka tahun 1291h Hijriyah
3.     Makam Raden Tumenggung Pratiktoningrat atau Kanjeng Pangeran Sedo Laut dengan jirat yang terbuat dari susunan bata dan nisan yang sudah terbuat dari semen. Pada nisan terdapat angka tahun 1757 menurut angka tahun Jawa atau 1831 Masehi.
4.     Makam istri Kanjeng Pangeran Sedo Laut dengan jirat dan nisan yang hampir sama dengan suaminya. Hanya saja pada makam ini tidak bisa ditemukan angka tahun.
5.     Makam istri Patih Pati, yaitu Raden Ayu Sasmoyo dengan jirat dan nisan yang hampir sama dengan makam ke-3 dan ke-4 dengan tanpa angka tahun.


Masjid Jami’ Lasem, Makam Adipati Tejokusumo I DAN MBAH SAMBU

Adipati Tejokusumo I sebagai Bupati Lasem dari generasi ke-empat setelah  Bupati Santi Puspo, pada tahun 1585 dan menempatkan pusat kekuasaannya di Soditan. Tiga tahun setelah menjadi adipati, dengan  membangun Masjid Jami’ Lasem tahun 1588 berada di sebelah barat alun-alun. Hingga sekarang masjid ini masih megah setelah mengalami pemugaran-pemugaran. Adipati Tejokusumo meninggal pada tahun 1632.
 Untuk selanjutnya, karena jabatan adipati di Lasem kosong maka Sultan Agung dari Mataram mengangkat Cik Go Ing sebagai adipati dengan gelar Tumenggung Mertoguno. Setelah meninggal, Adipati Tejokusumo I dimakamkan di sebelah barat Masjid Jami’ Lasem yang sekarang terletak di dusun Kauman, desa Karangturi, kecamatan Lasem. Di sebelah barat laut masjid juga terdapat sebuah makam yang oleh masyarakat setempat disebut dengan nama makam Mbah Sambu yang dikatakan merupakan seorang Cina yang menyebarkan agama Islam di daerah ini pada masa Tejokusumo I. Makam Tejokusumo I terletak di sebuah halaman yang dikelilingi oleh tembok bata.
Di dalam areal tembok bata tersebut terdapat tiga makam yang berderet dari barat ke timur.  Makam Adipati Tejokusumo I terletak di bagian paling barat. Dua makam lainnya tidak dikenal hingga kini. Jirat makam Tejokusumo I terbuat dari batu bata yang disusun secara bertumpuk semakin ke atas semakin mengecil. Pada setiap sudut dan bagian tengah dari masing-masing sisi jirat terdapat hiasan dengan motif simbar.
Adapun nisan pada makam ini terbuat dari batu andesit yang dibentuk kurawal dengan hiasan medalion pada bagian tengah. Adapun makam Mbah Sambu dan istrinya yang berada di sebelah utara makam Adipati Tejokusumo I. Makam Mbah sambu dan istrinya berada di dalam cungkup yang berdenah bulat  dan beratap kubah yang seluruhnya terbuat dari bata merah berlepa. Kemungkinan besar makam ini sudah dipugar. Di sebelah utara masjid terdapat bangunan terbuka yang terdapat makam-makam yang tidak dikenali identitasnya. Dengan melihat pada nisan-nisannya, tampak dengan jelas bahwa kompleks kuburan ini juga sudah cukup tua. Nisan-nisan yang bisa dilihat di situ sebagian terbuat dari batu andesit dengan bentuk kurawal dan gada.
      
TAMAN REKREASI PANTAI KARTINI, JANGKAR DANG PUHAWANG DAN  BANGUNAN BELANDA

Konon TRP Kartini pada awalnya dipakai sebagai tempat pemantauan arus lalu lintas kapal-kapal, tempat para nelayan transit, dan juga digunakan sebagai pusat kegiatan sedekah laut bagi masyarakat setempat. Lokasi TRP Kartini berada di kawasan kota pada jalur jalan raya Semarang – Surabaya, dengan latar belakang pemandangan laut yang dilengkapi fasilitas kolam renang “Putri Duyung”, taman bermain anak-anak.dan perahu wiasata.  Pada bulan Syawal diadakan upacara tradisional Syawalan/ Kupatan 7 hari setelah hari Raya Idul Fitri dengan berbagai kegiatan seperti lomban (wisata laut), wisata belanja, pertunjukan musik dll. Kegiatan ini juga tersebar di berbagai obyek di daerah Kabupaten Rembang, seperti di Pantai Pasir Putih Tasikharjo, di Bonang dan di pantai Binangun.

Di dalam lokasi TRP Kartini juga terdapat Jangkar Dang Puhawang yang berukuran panjang 4,22 m, lebar 2,80 m, lingkar badan 60 cm, terletak di pantai. Konon jangkar ini milik pelaut Cina Dang Puhawang yang terlibat perselisihan dengan Sunan Bonang. Ketika mereka beradu kesaktian; kapal Dang Puhawang terjungkir, layarnya jatuh di Bonang menjadi batu yang kini disebut “Watu Layar”  ( Batu Layar ), sedang jangkarnya jatuh di Rembang. Karena riwayatnya yang unik maka jangkar ini dikeramatkan orang; sehingga masih ada yang percaya untuk mengadakan ziarah dan mengadakan haul di tempat tersebut.


              DSC00023  
                   Anjungan Pantai Kartini                                        Jangkar Dampo Awang                            Kolam Renang Putri Duyung


              DSC00023  
                   Anjungan Pantai Kartini                                             Jangkar Dampo Awang                                                   Kolam Renang Putri Duyung

Di lokasi ini juga terdapat  cagar budaya berupa bangunan peninggalan Belanda dengan arsitektur Eropa          ( dibuat tahun 1811 ), yang dulunya dipakai kegiatan rapat/pertemuan/pesta pada masa pemerintahan Belanda ( 1808-1811 ). Kemudian pada tahun 1945 – 1996 dipakai umat Kristiani Jawa sebagai gereja , kemudian pada tahun 2006 mulai dibangun ( yang tidak meninggalkan bentuk/ arsitektur aslinya ), dan sekarang sudah berdiri megah. Bangunan tersebut dipergunakan sebagai perpustakaan modern, sekaligus sebagai  TIC/ pusat informasi pariwisata.

Sampai saat ini TRP Kartini masih merupakan obyek wisata unggulan, yang saat ini masih dalam proses optimalisasi dalam penggarapannya, bahkan ada beberapa pulau kecil yang potensial sekali untuk dikembangkan dan dijadikan obyek wisata bahari. Apalagi dengan adanya Blok Cepu, maka sangat besar kemungkinannya obyek wisata ini / obyek-obyek wisata yang lain di wilayah Kabupaten Rembang akan sangat potensial untuk dikunjungi wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yang sekaligus mempunyai kepentingan bisnis.
Obyek ini dibuka jam 07.00 – 16.00 WIB, kolam renang dibuka jam 07.00 – 22.00 WIB.
                   Peluang investasi : aquarium air laut, rumah makan seafood, kapal pesiar, arena memancing,dll


MUSEUM KAMAR PENGABADIAN RA. KARTINI

Berlokasi di lingkungan rumah dinas Bupati Rembang merupakan bangunan asli yang dulu ditempati RA Kartini (pelopor emansipasi wanita Indonesia) beserta suaminya Djojo Adiningrat Bupati Rembang (1889 – 1912) dan sampai sekarang sebagian besar masih berfungsi sebagai rumah dinas Bupati Rembang.

Museum Kamar pengabadian RA Kartini menempati salah satu kamar pribadi yang dulu ditempati RA Kartini untuk melakukan segala aktivitas, menulis buah pikiran dan ide-ide beliau; juga digunakan tempat melahirkan putra satu-satunya sampai beliau wafat.

 museum 1                
                  Museum RA. Kartini                             Keluarga RA Kartini bersama                                        Benda Peninggalan RA Kartini           
Atas dasar kenyataan sejarah itulah, maka untuk mengenang jasa-jasa beliau oleh Bupati Rembang tahun 1967 (saat itu Drs. Adnan Widodo), kamar tersebut ditetapkan sebagai “ Museum Kamar Pengabadian RA Kartini “. Di sini banyak koleksi foto, lukisan, dan peralatan/ perlengkapan rumah tangga (dari keramik dan ukir-ukiran kayu jati), yang dipakai beliau sehari-hari. Juga bangunan kuno yang dulu dipergunakan RA Kartini untuk mengajar anak-anak bumi putera.
Bangunan gedung ini bentuknya masih asli, hanya pada tahun 1968 atapnya yang semula dari sesek bambu diganti eternit/atap dengan papan kayu jati. Obyek wisata ini dibuka setiap hari mulai jam 07.00 – 16.00 WIB.
Peluang investasi : showroom aneka souvenir

SANGGAR BUDAYA

Berlokasi di lingkungan rumah dinas Bupati Rembang / Museum Kamar pengabadian RA Kartini (Jl. Gatot Subroto 8 Rembang) merupakan bangunan baru, yang semula bekas kantor Sekretariat Daerah; dan mulai tahun 2002 dioperasikan sebagai Sanggar Budaya. Sanggar Budaya ini dipergunakan berbagai macam event/ kegiatan baik umum maupun kedinasan; yaitu untuk kegiatan lomba, festival, pameran dll. dibuka untuk umum. 

                  sanggar 5 
           Pintu Masuk Sanggar Budaya                               Area Selatan Sanggar Budaya                                       Area Utara Sanggar Budaya

Ruangan yang ada di Sanggar Budaya terdiri dari 3 ruang terbuka, dan 2 ruang tertutup; dengan fasilitas mushola, kamar mandi, WC, area parkir yang luas dan aman. Di dalam lokasi ini juga terdapat showroom hasil kerajinan dan industri Kabupaten Rembang, yang dikelola oleh PKK Kabupaten Rembang.


ANJUNGAN KABUPATEN REMBANG DI PURI MAEROKOCO


maerokoco 2
 

                              
               Lukisan  Anjungan Kab.Rembang                                   Tampak Depan Anjungan                              Ruang Tengah Anjungan

Anjungan Kabupaten Rembang yang berada di area Puri Maerokoco Semarang adalah merupakan gambaran rumah adat, yang beratap joglo dengan jenis-jenis riangan terdiri dari serambi depan, ruang tamu, ruang tengah/ ruang keluarga, kamar tidur, gladhag dan dapur.

Di lingkungan bangunan utama terdapat bangunan pelengkap daya tarik yang meliputi: plasa untuk pentas kesenian tradisional dilengkapi dengan patung R.A Kartini, Ruangan terbuka berpasir putih untuk penyelenggaraan pertunjukan Pathol Sarang, Jangkar / sauh dan batu layar Dampo Awang, perahu nelayan Rembang, pertamanan dengan tanaman pohon kawis dan sono keling , bambu hias, dll.

Daya tarik yang ditampilkan biasanya berupa pertunjukan kesenian rakyat secara berkala; antara lain pertunjukan kesenian tradisional Pathol Sarang, Thong Thong Lek, Orek-Orek dll. Pameran hasil industri dan potensi wisata Kabupaten Rembang serta pameran photo obyek-obyek wisata dll, 
Peluang investasi : perahu wisata, kegiatan pentas seni dan budaya daerah, display kerajinan/makanan khas


MAKAM RA. KARTINI

Terletak di desa Bulu 17,5 km dari kota Rembang ke selatan jurusan Blora. Luas area 10 ha, sedangkan sekitar 2 Ha, yang merupakan makam keluarga Bupati Rembang RMAA Djojo Adiningrat dan putra RA Kartini satu-satunya RM Soesalit. Pada bulan April puluhan ribu pengunjung berziarah ke Makam  RA Kartini. Di atas tanah tersebut dibangun pesanggrahan sebagai tempat peristirahatan beliau bersama permaisurinya RA Kartini.

                      
           Pintu Gerbang Makam RA Kartini                        Makam RA Kartini ( kanan )                                         Area Cungkup Makam RA Kartini
Sejak meninggalnya RA Kartini kemudian kanjeng RMAA Djojo Adiningrat membangun makam berupa cungkup yang berbentuk joglo dengan atap seng bersirap, berpagar besi dan berkijing marmer asli dari Italia. Demikian halnya setelah  RMAA Djojo Adiningrat meninggal, yang dimakamkan di sebelah utara cungkup isterinya, juga dibangun kijing marmer asli Italia oleh putra tertua yaitu RMAA Abdul Karnen ( yang menjabat sebagai Bupati Rembang  tahun 1912 – 1942  menggantikan ayahanda.  Di lokasi obyek ini sekarang telah dilengkapi area parkir yang luas, musholla, bumi perkemahan, warung cinderamata dll. Dibuka : setiap hari jam 07.00 – 16.00 WIB.
Peluang investasi : toko souvenir, penginapan dan restoran.


HUTAN WISATA SUMBER SEMEN

Berada di desa Gading-Kecamatan Sale, 49 km dari Kota Rembang ke arah tenggara, merupakan hutan lindung dengan berbagai  pohon  langka terdapat juga  kera yang  lucu dan liar.  Hutan Wisata Sumber Semen sejak tahun 2008 difungsikan sebagai ruang tata hijau dengan luas areal  obyek  sekitar  17,1 Ha  adalah  milik Perhutani Kebonharjo, yang  pengelolaannya juga  oleh KPH Kebonharjo.

 Fasilitas yang ada seperti kolam renang, taman bermain anak-anak, aneka satwa , sumber air alami  (sebagai sumber air minum daerah sekitar dan seluruh masyarakat Rembang), dan ada pula ruang informasi, shelter-shelter, jalan setapak menuju goa Rambut yang legendaris,  serta adanya pelestarian tanaman langka yang sering dipergunakan untuk penelitian khususnya mahasiswa IPB, terdapat juga tempat wisata buru, wisata agro dan wisata tirta.

                                                                                    sbr smn 2
               Pintu Masuk HW.Sumber Semen                                     Pintu Masuk Bumi Perkemahan                                            Area Bumi Perkemahan
Hutan Wisata Sumber Semen juga mempunyai daerah khusus untuk bumi perkemahan yang sampai saat ini masih sering digunakan untuk kemah dan camping bagi pramuka maupun anak-anak muda yang sedang berlibur. Saat ini obyek wisata tersebut sudah mulai diberi batas-batas  wilayah berbentuk kawat yang melintas, hal ini difungsikan sebagai pengaman obyek.
Obyek ini dibuka setiap hari pukul 07.00  -  16.00 WIB.
        Peluang investasi : kegiatan wisata agro, wisata buru, villa/motel, restoran,dll


WANA WISATA KARTINI MANTINGAN

Luas areal sekitar 39,7 Ha milik Perhutani Mantingan, sehingga pengelolaannya oleh KPH Mantingan. Obyek wisata ini berada di pinggir jalan Raya Desa Mantingan, Kecamatan Bulu 22 km ke selatan jurusan Blora, berdekatan dengan Makam RA.Kartini (kurang lebih  berjarak 4 km ke arah selatan).

            
       Pintu Gerbang WW.Kartini Mantingan                    Sekelompok Rusa WW.Kartini Mantingan                     Kolam Renang WW.Kartini Mantingan                   

Dengan hutan jati yang teduh, taman bermain anak yang luas, terdapat juga kolam renang untuk anak-anak  dan dewasa dengan pelengkap ruang bilas / ruang ganti serta pelengkap lainnya. Kemudian adanya pesanggrahan tempat menginap, parkir yang sangat luas, ruang informasi, shelter-shelter tempat berteduh, dan fasilitas olahraga tennis lapangan ( yang disewakan selama 24 jam ), serta koleksi binatang dari hutan setempat.

Di lokasi obyek wisata ini juga mempunyai fasilitas bumi perkemahan dengan berbagai jenis perlengkapan untuk berkemah yang dapat disewa di tempat tersebut;  pada setiap hari Minggu atau hari liburan sekolah sangat ramai dikunjungi oleh para pemuda yang melakukan kegiatan pramuka atau camping.
Dibuka jam 07.00 – 16.00 WIB.
Peluang investasi : villa/motel, restoran, taman bunga/kebun buah, dll

MAKAM SUNAN BONANG & PETILASAN / PASUJUDAN SUNAN BONANG

Sunan Bonang ( R.Maulana Makdum Ibrahim ) wafat tahun 1525 M dalam usia 60 tahun, dimakamkan di rumah kediaman beliau di desa Bonang- Lasem, 17 km dari kota Rembang ke timur jurusan Surabaya. Ada yang mengatakan makam beliau berada  di Tuban bahkan  ada yang mengatakan  makam  beliau di Madura (wallahu a’lam bissowab). Bangunan makam Sunan Bonang oleh penduduk setempat menyebutnya  “ndalem”   dibangun  oleh  seorang  saudagar  dari  Juana, sedang pendapat lain mengatakan bahwa makam Sunan Bonang itu bekas rumah Kadipaten Bonang Binangun peninggalan Nyi Ageng Maloka ( kakak Sunan Bonang yang pernah memerintah Kadipaten Binangun ). Sepeninggal  suaminya Pangeran Wiranagoro  tahun 1479, kemudian tahun 1480 M Kadipaten Binangun dipindah Nyai Ageng  Maloka ke kota Lasem.

Sedangkan Petilasan/ Pasujudan Sunan Bonang berada di sebuah bukit Desa Bonang Kecamatan Lasem 17 km  dari Kota Rembang ke timur jurusan Semarang – Surabaya, terdapat bangunan (musholla) dengan kamar berisi batu besar yang di gunakan  oleh Sunan Bonang sebagai sajadah., tempat bershalawat (bertapa) atas perintah Nabi Haidir. Batu itulah yang dikenal dengan pasujudan ( tempat sujud kepada Allah SWT ) Sunan Bonang, ada bekas anggota badan Sunan Bonang. Di lokasi inipun ada makam  Putri Campa, yaitu makam Dewi Indrawati (Ibu Raden Patah Sultan Demak) yang menjadi  mubalighah di Bonang sampai akhir hayatnya, ( uniknya makam Putri Campa ini mempunyai alas tiang berupa umpak dari tulang ikan paus ).
                         
 Gerbang Pasujudan Sunan Bonang                       Makam Sunan Bonang                        Pintu Masuk PasujudanSunanBonang                                      

Perlu diketahui bahwa event yang ada  di lokasi obyek pada setiap bulan Selo (Dulkangidah) hari Rabu Pahing adalah Acara Haul Sunan Bonang. Jika pada bulan tersebut tidak ada hari Rabu Pahing diganti Jumat Legi. Acara berlokasi di nDalem/ Makam Sunan Bonang di Desa Bonang-Kecamatan Lasem. Sedangkan Acara Penjamasan Pusaka Sunan Bonang berupa “bende” yang di beri nama “Bende Becak” pada setiap tanggal 10 Dzulhijah (Hari Raya Idul Adha)  pukul 09.00 diadakan upacara  penjamasan di rumah juru kunci Desa Bonang Kecamatan Lasem. Bende Becak berukuran garis tengah 10 cm.

Zaman dulu bende ini berfungsi sebagai  alat untuk mengumpulkan para  wali atau sebagai tanda pemberitahuan akan terjadinya  sesuatu peperangan /musibah.  Pada upacara ini dibagi-bagikan ketan kuning dengan enti / selai ( dari kelapa manis ) serta  memperebutkan air bekas penjamasan Bende Becak yang konon dapat memberikan berkah. Dan untuk lebih dulu mendapatkan barang tersebut, pengunjung berusaha lebih dahulu datang ( walaupun menunggu lebih lama ) bahkan ada yang menginap sebelumnya ( khususnya pengunjung dari luar kota ).
Peluang investasi : villa, restoran, toko souvenir

         bende becak2         bende becak
       Pintu Gerbang Makam Sunan Bonang                                Bende Becak Sunan Bonang                                       Penjamasan Bende Becak


PANTAI BINANGUN

Di desa Bonang- Binangun ( 18 km ) dari kota Rembang ke timur jurusan Surabaya, akan dapat dilihat keindahan pantai ini  dengan pemandangan laut lepas dari jalan raya maupun dari bukit Petilasan Sunan Bonang ( yang bertebing putih yang disebut “ Watu Layar ” ) atau dari bukit Jejeruk ( lokasi makam Sultan Mahmud dari Minangkabau ) yang legendaris. Kawasan Pantai Binangun bergandengan dengan obyek wisata Pasujudan Sunan Bonng, makam dan  petilasan Sunan Bonang, sentra belanja ikan kering /hasil laut lainnya.  Obyek Wisata ini merupakan salah satu obyek wisata dalam kawasan pengembangan yang saat ini telah mulai dibangun suatu kawasan yaitu Rest Stop Area yang terletak di depan Hotel dan Restaurant Sewu Beach - Binangun. Fungsi dari Rest Stop Area ini adalah sebagai tempat istrirahat bagi pengunjung sekaligus disuguhi dengan panorama laut yang indah, luas dan berkesan dengan melihat secara langsung matahari terbenam  ( sun set ).
                                                                 binangun 3          binangun
            Pantai Binangun                                                          P antai Binangun                                                               Pantai Binangun

Disamping itu para pengunjung yang mempunyai hoby olah raga memancing kawasan ini sangat tepat sekali, karena disana sudah ada perahu-perahu yang dapat disewa menurut kepentingan masing-masing, dan biasanya untuk memancing di karang-karang atau atol. Pantai Binangun Indah merupakan salah satu kawasan pengembangan yang tercakup dalam kawasan BBS ( Bonang Binangun Sluke ), yang telah dibuat perencanaannya sebagai kawasan unggulan disamping rencana pengembangan KBT ( Kawasan Bahari Terpadu ).

Setiap Syawalan / Kupatan banyak sekali acara-acara yang digelar, khususnya acara lomban, dan seperti pada Hari Raya Imlek tahun 2004 kemarin mulai dirintis untuk mengadakan acara sedekah laut antara masyarakat Tionghoa            ( sebagai penyandang dana dan pemrakarsa kegiatan ) bersama-sama dengan masyarakat Jawa yang juga berbaur dengan para nelayan di lingkungan sekitar obyek. Acara sedekah laut merupakan salah satu acara  rangkaian perayaan Hari Raya Imlek yang diselenggarakan berbagai macam kegiatan yang berkaitan kebudayaan masyarakat Tionghoa.
Peluang investasi : kegiatan wisata bahari, rumah makan sea food, restoran,  motel, taman laut.


PANTAI SUKO  ( KAWASAN BBS )

Berada di kawasan Kecamatan Sluke kurang lebih 24 km dari kota Rembang ke timur jurusan Surabaya. Pantai Suko erat sekali  dengan nama seorang tokoh pengembara yaitu Sukowati dari Samodra Pasai yang wafat di Pantai ini dalam pertempurannya dengan Pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Pangeran Harya Damar Putra Prabu Brawijaya raja Majapahit. Di kawasan ini juga terdapat makam Dewi Siti Kuliyah yang berasal dari Samodra Pasai yang mengembangkan agama Islam di Sluke.

Pantai Suko merupakan satu kawasan obyek dan daya tarik wisata yang terdiri dari obyek wisata Makam, Petilasan, dan Pasujudan Sunan Bonang, Makam Bupati Binangun I, Wisata Watu Layar, Pantai Binangun dan Bukit Jejeruk. Namun untuk obyek wisata yang belum dikembangkan adalah Pantai Binangun, yang masih merupakan hamparan pantai/lahan pertanian/perikanan/tanah kosong yang sangat luas.

DSC00172                    
Kawasan BBS                                              Lokasi Kawasan BBS                                 Pantai Kawasan BBS     

Pada kawasan ini terdapat obyek pendukung yang sedang digarap oleh pemerintah Kabupaten Rembang, untuk proyek PLTU, Pelabuhan Industri Batubara/ Pelabuhan Niaga  dll 
Peluang Investasi : fasilitas kegiatan wisata bahari,olah raga air, hotel, restoran, toko souvenir, pusat rekreasi terpadu dalam satu kawasan Bonang Binangun Sluke.

PULAU KARANG GOSONG
Pulau Karang Gosong atau Karang Gosong yang lebih dikenal oleh masyarakat sekitar terletak di sebelah utara Desa Bonang Kecamatan Lasem kurang lebih 4 Km dari daratan atau ½ jam perjalanan  perahu, Pemandangan obyek ini mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan dengan karang-karang yang tersebar di wilayah pesisir Rembang, Dinamakan Karang Gosong karena karang ini mempunyai warna dan tekstur yang lain, selain warnanya yeng agak kehitam-hitaman juga bentuknya yang cekung sehingga dalam keadaan surut pengunjung dapat langsung mendarat dan istirahat  di tengah-tengah karang.

Pengunjung akan lebih terpesona ketika diajak untuk melihat panorama di dalam laut, ikan–ikan karang yang berlalu lalang di dalam laut sangat jelas kita lihat dari atas perahu, karena pantai di sana hanya berkedalaman kurang dari 2 m, apalagi ditambah dengan bentuk-bentuk karang hidup yang ada di sekitar pusat karang. Bukan hanya sekedar melihat ikan hias dan karang hidup, tapi pengunjung juga dapat  menikmati secara langsung sesuatu yang ada di sekitar Karang Gosong tersebut yaitu secara langsung pengunjung dapat mencari kerang laut dan rumput laut, tentu saja asal tidak berlebihan dalam mengambil seperti pada agro wisata pengunjung hanya dapat mengambil 2 / 3 buah yang ada.
  
 Keindahan–keindahan ini akan dapat dirasakan oleh masyarakat luas baik dari dalam daerah maupun luar daerah. Apabila pemerintah dan masyarakat guyub rukun dan bersatu dalam memajukan Kabupaten Rembang khususnya di bidang pariwisata.

Seperti kita ketahui Kabupaten Rembang saat ini telah getol – getolnya dalam pembangunan Kawasan yang lebih dikenal dengan Kawasan Pengembangan BBS ( Bonang – Binangun – Sluke ); dimana Bonang sebagai kawasan obyek wisata religius,  Binangun sebagai kawasan obyek wisata bahari, sedangkan Sluke  disamping sebagai obyek wisata bahari juga wisata religius. Kemudian apabila dipadukan dengan Pulau Karang Gosong, dapat dijadikan sebagai pelengkap/ penunjang pembangunan kawasan pengembangan BBS yang pada akhirnya dapat meningkatan pendapatan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah


PANTAI PASIR PUTIH TASIKHARJO, PULAU GEDE DAN PULAU MARONGAN

Pantai yang pasirnya  putih ini berlokasi di sepanjang  pantai Kecamatan Kaliori. tepatnya di desa Tasikharjo  5 km dari kota  Rembang ke arah barat jurusan Rembang - Semarangg. Luasnya 18 Ha dengan pantainya yang landai, berombak kecil dan tenang, berhadapan dengan Pulau Marongan dan Pulau Gede / Masaran. 

Luas kedua pulau semakin lama semakin berkurang, karena seringnya terjadi abrasi; semula Pulau Gede seluas 9 Ha dan Pulau Marongan seluas sekitar 3 Ha, namun sekarang sudah berkurang sekitar 1,5 Ha. Jarak tempuh ke Pulau marongan atau Pulau Gede sekitar  4 km, yang dapat ditempuh dengan perahu tempel selama 30 menit. Khusus untuk Pulau Marongan kadang-kadang dapat di tempuh  dengan jalan kaki dari Pantai Pasir Putih Tasikharjo pada bulan-bulan tertentu / pada saat laut surut.

MARONGAN                                       
  Pulau Gede                                                                  Pulau Marongan                                                                    Pulau Gede   

Kedua pulau ini sering dipergunakan sebagai tempat wisata tirta, berkemah, bersemedi, dan kegiatan memancing, melihat matahari terbit dan terbenam, juga tempat transit para nelayan bila cuaca buruk.  Setiap saat dapat dikunjungi.
Peluang investasi : fasilitas kegiatan wisata bahari, motel, restoran, fasilitas kegiatan perkemahan.


SITUS PLAWANGAN    

Tanusia , cara penguburan mayat dengan sikap duduk dalam belanga, manik-manik, gerabah, benda erletak di Desa Plawangan - Kecamatan Kragan 35 km dari kota Rembang ke timur jurusan Surabaya. Luas 0,5 km (milik Dinas Purbakala ), yang terdapat peninggalan sejarah berupa kerangka manusia yang diperkirakan hidup pada zaman logam awal ( Paleometalik ). Pada tahun 1977 telah ditemukan kerangka mbenda logam, keramik dll.
Peluang investasi : site museum untuk penelitian/kegiatan pendidikan, toko souvenir, rumah makan,villa.
                 
                       
 Situs  Penguburan Mayat                                      Aneka Situs Gerabah                                                              Aneka Situs


BUMI PERKEMAHAN KARANGSARI PARK

Obyek wisata ini merupakan obyek wisata potensial yang masih diperlukan pengembangannya, yang terletak di desa Karangsari - Kecamatan Sulang 8 km ke arah selatan. Dengan luas tanah 20 Ha, terdapat fasilitas sekretariat joglo, aula, anjungan gladak, pustaka, ruang pameran,lapangan upacara dan parkir, pasar rakyat ( tiap ada kegiatan ), MCK, cafĂ©, penerangan listrik dan sarana air artetis. Sering digunakan untuk wisata buru dan wisata agro.  Di lokasi ini banyak ditanami jenis tanaman jati sebanyak 6.930 batang, jambu mete 420 batang, mangga 2.730 batang, nangka 126 batang, melinjo 1.344 batang, dll.

Di sekitar lokasi terdapat obyek wisata Embung Banyu Kuwung, sebagai tempat wisata tirta dan arena memancing, yang setiap saat dapat dikunjungi. Pada Tahun 2003 yang lalu tempat ini digunakan untuk  kegiatan HUT Pramuka Tingkat Jawa Tengah. Tahun 2007 ini juga dipergunakan sebagai pusat kegiatan Jambore Daerah Tingkat Jawa Tengah ( yang dilaksanakan tiap 5 tahun sekali ); sebagai pusat  kegiatan kepramukaan tingkat daerah kabupaten/ kecamatan; sehingga kegiatan penambahan fasilitas sarana dan prasarana selalu ada
Peluang investasi : kegiatan memancing, taman rekreasi, miniature kegiatan penelitian /pendidikan, wisata agro buah siwalan dan kawista, dll

            krsari 1                                                             
             Gerbang Karangsari Park                                   Area Bumi Perkemahan                                      Kantor Pelayanan  dan Logo Pramuka
    

EMBUNG BANYUKUWUNG

Embung Banyukuwung berada di sungai Batok, terletak diantara Desa Sudo – Kecamatan Sulang dan desa Sukorejo Kecamatan Sumber; kira-kira 7,5 km ke arah selatan dari kota Rembang. Embung Banyukuwung merupakan salah satu waduk buatan berfungsi sebagai sumber air dari masyarakat sekitar, yang kadang-kadang dipergunakan untuk mengairi sawah, dan bahkan oleh masyarakat sekitar air tersebut dipergunakan sebagai air minum apabila musim kemarau telah tiba.  Embung Banyukuwung dibangun untuk menyediakan air baku 20 liter/detik untuk melayani kebutuhan 10.000 jiwa pendududk di Kabupaten Rembang, terutama Kecamatan Kaliori; dan untuk menyediakan suplesi irigasi sekitar 775 ha melalui bendung Pentil.

                               
Tampak Depan Embung Banykuwung                                     Embung Banyukuwung                                                    Embung Banyukuwung   
                    
Karena mempunyai panorama dan suasana yang indah maka obyek ini sangat cocok untuk wisata seperti wisata tirta, wisata agro, wisata berburu dan  olah raga air.
Pada  hari-hari libur banyak sekali ditemui orang memancing bahkan dari luar daerah seperti orang daerah Blora, Cepu, Jepon, Pati bahkan juga dari  Kudus
Peluang investasi :  kegiatan memancing dan wisata bahari.


MEGALITIKUM TERJAN DAN SELODIRI


                  
  Gerbang Selodiri                                                       Megalitikum Bentuk Binatang                                       Salah Satu  Bentuk Megalitikum

Terletak di desa Terjan Kecamatan Kragan, 10 km dari kota Kragan ( 48 km dari kota Rembang ) ke arah timur jurusan Surabaya; yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda 2/ roda 4 sampai ke desa, kemudian dilanjutkan jalan kaki menuju lokasi obyek ( merupakan lokasi perbukitan ).
Terdapat batu-batuan jaman pra sejarah, batu-batuan berupa pintu gerbang, kepala binatang seperti kepala katak, kepala buaya, kepala ular, yang pada waktu itu digunakan sebagai ilmu perbintangan ( ilmu Falak ) 

Ada sebuah batu dengan berat sekitar 500 ton tinggi    50 m yang dinamakan “ Selodiri “ ( batu yang berdiri ) Selodiri dijadikan sebagai tanda oleh para nelayan sekitar obyek, dimana yang apabila Selodiri masih kelihatan ( pada waktu berangkat mencari ikan / melaut ) berarti masih dekat dengan pantai. Di sekitar lokasi obyek wisata ini juga terdapat sumur keramat yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar atau dari luar daerah, dan sering dipergunakan untuk bertapa mencari berkah.
Peluang investasi : fasilitas kegiatan perkemahan, panorama rekreasi,mendaki gunung, dll


WISATA ALAM KAJAR

Terletak di desa Kajar – Kecamatan Lasem, 14 km dari kota Rembang yang mudah dijangkau dengan kendaraan umum. Luas areal sekitar 3 Ha milik Perhutani  dan 2 Ha milik Desa; merupakan obyek wisata alam. Kegiatan yang sering dilakukan adalah mendaki gunung, berkemah, pengenalan dan kecintaan lingkungan ( biasa dilakukan oleh anak-anak muda ). Banyak sekali buah-buahan yang dihasilkan, terutama yang terkenal adalah buah jambu biji. Terdapat juga goa Tinatah dan goa Dunak, yang masing-masing ketinggian 360 m dan 392 m di atas permukaan air laut; terdapat juga sumber air alami, yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat Rembang sebagai air minum.

                  
                       Tapak Kaki                                                                   Lingga                                                                                 Bukit Kajar

Goa Tinatah merupakan sebuah goa kecil yang di sisi atapnya terlihat seperti permukaan batu yang ditatah, sehingga terlihat lebih rata daripada permukaan batu pada goa-goa pada umumnya. Di dalam goa tersebut tidak terdapat sesuatu yang bisa memberikan petunjuk tentang sebuah situs histories. Tampaknya goa ini merupakan goa alam yang kapan terjadinya belum bisa diketahui dengan pasti.

Selain goa, di wilayah tersebut juga terdapat situs Batu Lingga, merupakan sebuah simbol bagi masyarakat Hindu/ klasik yang bermakna sebagai “kesuburan” baik untuk kelangsungan hidup manusia.  Sementara itu, di sekitar 1 kilometer setelah situs Batu Lingga juga terdapat situs batu prasasti dengan gambar Tapak Kaki. Besarnya gambar tapak kaki tersebut relatif kecil, atau hampir sama dengan ukuran tapak kaki orang Jawa pada umumnya.

Kedua situs ini juga tidak bisa diceritakan lebih detail karena tidak ada sumber yang menjadi petunjuk dari awal munculnya situs tersebut. Selain itu juga dalam sumber-sumber sekunder tidak dijumpai informasi yang memadai tentang situs masa klasik tersebut. 
Peluang investasi : taman flora dan fauna, fasilitas bumi perkemahan, mendaki gunung,pemandian alam,  villa, restoran.

KLENTENG MAK CO ( TJOE HWIE KIONG ) DI REMBANG

klenteng makcoklenteng bagan 3
DSC00041
 
                                                                   







         Tempat Sembayangan                                                       Ruang Tengah Klenteng                                 Gerbang Klenteng                     

Berada di Desa Tasikagung- Rembang, 1,5 km dari alon-alon kota Rembang. Lokasinya di tepi sungai Karanggeneng menghadap ke laut . Didirikan tahun 1841 oleh Kapiten Lie, dengan keistimewaan yang  dilengkapi dua menara disebut Kie Kwa yang tidak terdapat pada klenteng-klenteng yang lain, berfungsi sebagai petunjuk arah para nelayan. Pada mulanya  didirikan di Desa Jangkungan-Kecamatan Kaliori, kemudian dipindah ke lokasi yang sekarang. Setiap sepuluh  tahun sekali  diadakan perayaan ulang tahun besar dimeriahkan dengan atraksi kesenian tradisonal kaum Tionghoa, juga pertunjukan kesenian daerah Kabupaten Rembang.
Peluang investasi : toko souvenir, fasilitas kegiatan wisatawan.


Kelenteng Mak Co di Lasem 

               
          Pintu Gerbang Klenteng                                                         Tempat Sembayangan                                                 Tempat Sembayangan

Kelenteng ini terletak di Desa Dasun, merupakan klenteng tertua di Jawa; didirikan diperkirakan pada abad 15 dengan mengalami pemugaran beberapa kali, pemugaran terakhir dilakukan pada tahun 1868. Nama Mak Co sesungguhnya merupakan nama lain dari seorang tokoh yang bernama Tian Shang Sheng Mu atau Thian Sang Sen Mu atau Thian Siang Sing Bo. Tokoh ini memiliki sebutan yang terkenal yaitu Ma Zu (Ma Couw) atau yang dalam lafal Jawa disebut Mak Co atau Tian Hou. Mak Co adalah seorang wanita yang pernah hidup di daerah Fujian.

Setiap hari ulang tahunnya dirayakan secara besar-besaran bersama kaum Tionghoa baik lokal, regional maupun dari berbagai daerah provinsi se Indonesia; dengan berbagai kegiatan event dan pertunjukan yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung di Rembang.
Peluang investasi : toko souvenir, fasilitas kegiatan wisatawan.


VIHARA RATANAVANA ARAMA


              
          Tempat Sembayangan  di Area Makam                                      Tempat Sembayangan                                                     Lokasi Makam Biksu I

Vihara ini terletak di Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem kurang lebih 5 Km ke arah Wisata Alam Kajar, berada di daerah perbukitan ( sekitar 120 m di atas permukaan air laut ). Di lokasi ini terdapat banyak sekali fasilitas sarana dan prasarana peribadatan dengan ornamen-ornamen yang unik dan menarik, dengan pemandangan lepas laut, pegunungan, dan hamparan sawah/ tegalan/ perkebunan yang luas.

Di perbukitan paling atas ada area makam Bhiksu/ Bante  I ( yang mendirikan / mengelola vihara ), yang meninggal tahun 2000 lalu. Di lokasi makam beliau didirikan candi (menyerupai Candi Borobudur) seluas kurang lebih 500 M2 dengan empat pintu dari arah Barat, Timur, Selatan & Utara.
Peluang investasi : taman flora dan fauna, fasilitas bumi perkemahan, mendaki gunung,pemandian alam,  villa, restoran.
   

RIMBA PASUCEN, GOA PENGANTEN, GOA JOGLO DAN GOA JAGUNG

                         
           Pintu Goa Jagung                                                  Ruang Tengah Goa Penganten                                     Ruang Tengah Goa Penganten    
Terletak di desa Pasucen Kecamatan Gunem sekitar 30 km dari kota Rembang, dengan melalui kawasan hutan sepanjang 10 km. Luas areal sekitar 13,5 Ha milik Perhutani Mantingan dan sebagian Perhutani Kebonharjo, merupakan goa alam stalagtit stalagmit yang berada di tengah hutan jati yaitu Goa Jagung, Goa Penganten, dan Goa Joglo yang masing-masing mempunyai keunikan tersendiri.
Terdapat juga sungai di bawah tanah yang tembus sampai sumber air Brubulan, dan di sekitar obyek ini terdapat telaga dan air terjun setinggi 22 m.
Peluang investasi : fasilitas kegiatan perkemahan, pemandian alam, olahraga dayung/bersampan, usaha penginapan, rumah makan, dan hiburan umum.
                            

LEGEN & BUAH SIWALAN

      siwalan      
           Pohon Siwalan                                                               Buah Siwalan                                                           Buah dan Dedaunan Siwalan 
   
Terletak di desa Landoh-Kecamatan Sulang 8 km dari kota Rembang ke arah selatan jurusan Blora, dijajakan minuman khas legen (air nira) dan buah siwalan.
Minuman legen dikemas dalam bambu dan disajikan dalam gelas  bambu juga, bisa dicampur dengan es batu, akan lebih nikmat.  Buah siwalan buahnya seperti buah kolang-kaling tetapi besar dan rasanya seperti “degan” ( kelapa muda ) sungguh merupakan perpaduan yang pas antara minuman & buahnya  yang segar dan nikmat.
Peluang investasi : kebun buah siwalan, pabrik minuman kaleng, sari buah siwalan, dodol siwalan
                                                         
 
BUAH KAWIS


DSC00107
                                                                                                    
                      Buah Kawista                                                          Syrop Kawista Kemasan Botol                                     Bonsai Pohon Kawisata     
Buahnya yang bulat bertempurung, berbiji banyak ( seperti biji delima ), bila sudah tua daging buahnya berwarna coklat kehitam-hitaman, dengan aroma buahnya sangat khas rasa manis asem.

Pohonnya berdaun kecil-kecil seperti asam keranji, yang berduri.  Buah kawis dapat dimakan langsung / bisa dicampur gula pasir juga air. Buah kawis / kawista dapat ditemui di pasar-pasar, rumah makan, maupun di rumah-rumah penduduk. Tersedia dalam bentuk botol limun dan sirup.
Peluang investasi : kebun buah kawis, pabrik minuman kaleng, sari buah kawis, dodol kawis.


PUSAT MAKANAN KHAS LONTONG TUYUHAN

                
           Pusat Lontong Tuyuhan                                                    Situasi Salah Satu Kios                              Gerbang Pusat Lontong Tuyuhan     
Terletak di desa Tuyuhan-Kecamatan Pancur 2,5 km dari kota Lasem. Menu yang terdiri atas lonthong ( bentuk segitiga ) dengan lauk opor ayam kampung agak pedas dan minumannya air kendi, soft drink dan es kelapa muda. Makanan ini dijajakan di tepi jalan di pinggir sawah. Biasanya mulai dijajakan pukul 11.00 – 22.00 WIB, namun sekarang sudah berkembang, dapat ditemui di setiap tempat keramaian seperti di alon-alon kota Rembang / Lasem atau di setiap kota Kecamatan, yang dijajakan sekitar  pukul  16.00 WIB. Peluang investasi : toko souvenir, usaha hiburan umum.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar